6 Tips Cara Aman Saat Berteman Online


Memberi anak-anak keterampilan untuk menjaga diri mereka tetap aman adalah cara terbaik untuk membantu mereka membuat keputusan yang cerdas.


Ruang kelas telah dipindahkan ke dapur dan kamar tidur dalam beberapa tahun terakhir, sementara taman bermain telah digantikan dengan video game online. Cara untuk menciptakan teman telah berubah selamanya. Persahabatan internet seringkali lebih umum daripada dunia nyata. Dan masa depan hanya dapat diprediksi sebagai campuran kompleks dari sikap media sosial, ruang chat virtual, dan kecanggungan secara langsung.


Tidak diragukan lagi bahwa kemampuan yang dibutuhkan anak muda untuk menjalin pertemanan saat ini harus melibatkan tingkat keahlian online tertentu. Persahabatan biasa bukanlah akhir dari segalanya. Menurut sebuah studi sosiologi Stanford 2019, cara paling umum bagi pasangan AS untuk bertemu adalah melalui algoritma kencan online. Sementara aplikasi kencan hanya untuk orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun, platform mengalami kesulitan melarang anak-anak usia sekolah menengah untuk terhubung melalui jaringan mereka.


Baca Juga : Anak Membuat Kelompok Hacking. Inilah yang Harus Dilakukan,


Cara terbaik untuk membantu anak-anak membuat keputusan cerdas saat membuat pertemanan online adalah dengan menunjukkan kepedulian Anda dengan mendidik mereka tentang bahaya dan mengajari mereka cara tetap aman.


Berikut adalah 6 cara berteman online untuk Anda mulai :


1. Mulailah Lebih Awal


Tidak selalu mudah untuk membahas topik ini, tetapi semakin awal Anda memulai, semakin baik. Bersiaplah untuk melakukan percakapan ini ketika anak Anda menginginkan aplikasi atau game baru atau berbicara tentang aktivitas online favorit mereka. Jadikan usaha awal mereka ke media sosial sebagai tonggak besar dalam hidup mereka, dengan tingkat keseriusan dan perayaan yang sama seperti mendapatkan SIM.


2. Jaga Etika 


Orang-orang dari segala usia berjuang untuk bersikap sopan saat online. Sesuatu tentang anonimitas dari kotak komentar dan keyboard biasanya menarik orang-orang yang baik hati untuk berbicara tanpa memperhatikan orang-orang di sisi lain layar. Kebiasaan buruk seperti cyberbullying, berbohong, oversharing, dan ujaran kebencian harus ditangani lebih awal dan sering. Tetapkan harapan untuk apa yang dapat diterima dan salah berdasarkan nilai-nilai keluarga Anda, dan cobalah untuk meninggalkan dunia maya menjadi tempat yang lebih baik daripada yang Anda temukan.


3. Jaga Pintu Terbuka


Tips ini memiliki dua arti. Sangat penting untuk selalu tersedia setiap kali anak Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang hubungan online mereka. Penting juga untuk membuka pintu fisik, seperti pintu kamar tidur dan ruang bawah tanah, untuk membantu memantau jenis interaksi dan informasi yang terbuka bagi anak-anak saat mereka online. Waspadai kombinasi tanda-tanda peringatan seperti berjam-jam dihabiskan online, layar rahasia dan ponsel bersembunyi saat Anda memasuki ruangan, hadiah fisik tak terduga dikirim, dan penarikan dari kehidupan keluarga.


4. Diskusikan Privasi


Ini bukan hanya tentang apa yang anak-anak secara sukarela berbagi secara online; ini juga tentang melindungi informasi mereka dan informasi Anda agar tidak diretas atau ditipu.


5. Aktifkan Filter Kontrol


Anda bertanggung jawab untuk menyiapkan komputer, tablet, konsol, perangkat yang dapat dikenakan dengan benar, ponsel, dan perangkat lain dengan benar, serta memperbarui perangkat yang lama. Periksa apakah pengaturan privasi Anda membatasi akses untuk melindungi Anda, keluarga Anda, dan rumah Anda. Pastikan kamera, jaringan Wi-Fi, dan peralatan rumah pintar lainnya tidak disetel ke "publik". Diskusikan dengan anak-anak Anda penipuan umum yang mungkin dideteksi oleh filter email, tetapi percakapan biasa dengan tautan berbahaya dari orang asing mungkin tidak.


6. Tinjau Kembali Topik Tersebut


Sayangnya, ini bukan topik satu-dan-selesai. Jika rasanya sudah terlalu lama sejak Anda berbicara tentang hubungan online yang sehat, mungkin memang demikian. Siapkan pengingat berkala di kalender Anda sendiri untuk memantau kesehatan mental dan penggunaan internet anak Anda. Setiap anak unik, tetapi seiring bertambahnya usia, mereka secara alami menarik diri dan menjadi lebih mandiri. Mudah-mudahan, mereka akan selalu ingat bahwa Anda ada di sana untuk menawarkan nasihat, solusi, dan, pada akhirnya, jenis kebaikan dan pengampunan yang hanya dapat diberikan oleh orang tua.